Dia lalu berkata kepada murid-murid Yohanes, ”Pergilah dan laporkan kepada Yohanes apa yang kalian lihat dan dengar: Orang buta sekarang melihat, orang lumpuh berjalan, penderita kusta disembuhkan, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan orang miskin diberi tahu tentang kabar baik.” —Matius 11:4, 5.
Seperti yang telah kita ketahui, tradisi dan adat istiadat di Indonesia sangatlah beragam dan masing-masing daerah memiliki karakteristik yang unik. Salah satu daerah yang memiliki keunikan tersendiri adalah Tanah Batak. Di sana, terdapat istilah pariban dan impal yang menjadi ciri khas dalam tradisi perkawinan masyarakat Batak.
Suatu ketika Raja Nasiakbagi berkata pada Raja Mulia dan murid-muridnya yang lain, “ Malim ma hamu (Malim-lah kalian),” Artinya, “sucilah kamu atau senantiasalah suci dalam keagamaan.”. Sejak itu, ajaran-ajaran yang tak bernama sebelumnya populer disebut agama Malim. Sementara itu penganutnya disebut Parmalim.
Bagi orang Batak (biasa disebut halak hita Batak), ikan mas merupakan ikan yang berharga dalam kebudayaan adat Batak Toba. Kalau kita mau melihat lebih jauh lagi, makna simbolis ikan mas ini lebih tepatnya menggambarkan kehidupan/kepribadian maupun tujuan dari orang Batak itu sendiri. Contoh konkritnya adalah ungkapan “hamoraon, hagabeon
Odon, mangodon, menekan supaya keluar msl buang air besar, seorang bayi yang keluar dari rahim ibunya; mangodonhon, menekan sesuatu dengan keras dari atas ke bawah; taliodonodon, tali yang menahan muatan yang dibawa menurun gunung. Tali ini diikat di belakang supaya muatan itu jangan terlalu kuat menarik ke bawah.
Terjemahan lengkap arti hasian dalam Kamus Batak-Indonesia. Bahasa Asing. Arab. Arab-Indonesia Indonesia-Arab. Belanda. Belanda-Indonesia Indonesia-Belanda. Inggris.
.
apa arti lapet dalam bahasa batak